Dearest Rajib

Hi, Ji. 

Gimana rasanya, bertambah tua tanpa dua perempuan yang spesial di sisimu? tanpa aku dan Gadis? Tanpa aku dan Gadis yang cerewet dan ramai. Tadinya, aku ingin mengabaikan kamu seharian dulu. Tapi susah, aku gak mau jahat sama sahabatku sendiri, aku juga sedih, harus jauhan ketika aku dulu udah berencana buat jalan-jalan usai mengintip tanggal ulangtahun kamu di dompet saat makan siang. Sebagai manusia, kita hanya bisa berencana ya. Tapi aku paling bahagia kita udah wisudaan bareng.

Kamu tahu kan aku paling malu nulis sesuatu yang kayak gini, tapi kamu berhak tahu bahwa aku bersyukur diberi rezeki sahabat sepertimu, semester empat dikelas yang sama, grup yang sama, dan kamu selalu memakai jaket hijau yang sama. Seorang Rajib yang tampak dingin dan cuek, ternyata kamu paling peduli, dan romantis sama kita.

Aku harap kamu sehat selalu, biar bisa jagain ibuk terus seperti do’amu juga. Sukses urusan dunia (dan hati). Semoga bisa nemuin bidang dengan passionmu yang sesuai. Semoga bisa bertemu Sudjiwo Tejo.

Karena usiamu udah bukan remaja yang masih menggemaskan, kamu harus konsisten sama jadwal makan, jangan suka melewatkan makan, sampai sering-sering masuk angin.

Selamat ulangtahun sahabatku, Muhammad Rajib Silmi. 

Iklan

8 thoughts on “Dearest Rajib

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s