Sejenak

Kepulangan memberikan satu kesadaran yang telah lama hilang, ditelan bising knalpot kendaraan, seru menderu di jalanan, dan riuh perkotaan rantauan. Ia adalah tentang masjid berjarak beberapa meter dari rumah, tentang pengumuman berpulangnya manusia pada Tuhannya, tentang momen kontemplasi sejenak. 

Beberapa hari ini, aku menyadari bahwa selama merantau, jarang ku dapati pengumuman atas berpulangnya manusia pada Tuhannya. Dengan masjid yang tidak begitu dekat, dan bising kendaraan lalu lalang, pun jika ada pasti samar terdengar.

Bahwanya aku sudah kehilangan banyak momen kontemplasi, untuk merenung sejenak, untuk rehat dari segala yang memenuhi pikiranku, bahwa pada satu waktu, semua yang ku kejar dan ku dekap erat akan berpulang pada pemberinya.

Tentang pengumuman yang mengingatkan, manusia selalu butuh sejenak. 


Post-Scriptum: Tulisan ini merupakan bagian dari kegiatan rutin menulis sebagai anggota dari kelompok menulis Akarumput.

.

Iklan

23 thoughts on “Sejenak

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s