Asi Mbojo oleh Nona Marlan

Di Asi Mbojo, kota yang mungkin tak pernah di ingat namanya.

Kota yang tak pernah penting dalam singgasana berbahan marmer yang berkuasa.

Setetes naluri telah berbisik

Dada mereka terus menghembus asap resah.

Bibir mereka semakin lihai berdialog di ujung sajadah.

Pesan ini di kirim diam-diam, sampai pada pertanyaan di keheningan.

Tidur di selimuti kegelisahan, sebab banjir menyapa tanpa permisi.

Kami bukan tidak suka kalian, hanya saja mengapa sang penguasa segerombolan pasukan tak datang mengulurkan tangan di waktu begini?

Ribuan kali kami menoleh kebelakang, tidak ada apapun, tidak ada siapapun.

Malam dan gelisah menyetubuhi kami.

Kalian mana peduli

Dan kami harus terus tidur demi kata yang bernama “LUPA”.


Post-Scriptum: Tulisan ini merupakan karya seorang Nona Marlan, salah satu anggota kelompok menulis Akarumput. Tulisan ini mewujud kepedulian bagi kerabat, saudara korban banjir di Bima, NTB pada 21 dan 23 Desember 2016 lalu.

Selama seminggu kedepan, seizin kawan-kawan Akarumput, saya akan membagikan tulisan-tulisan mereka disini, karena menyebarkan kabar serta do’a yang terselip dalam ungkaian kata tetaplah berharga. Olehnya, Akarumput menulis, kami menulis.

Iklan

15 thoughts on “Asi Mbojo oleh Nona Marlan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s