Bukan Akhir Kehidupan oleh Ahmad Cerah


Terngiang saat masih di bangku sekolah dasar. Pak guru bilang asal muasal air di bumi ini terjadi akibat pendinginan bumi 2 miliyar silam. Soal asal muasal nanti kita bahas setelah dikemudian.

Saat hujan datang sebagian orang akan senang, menikmatinya dan merayakannya. Apalagi bila hujan itu mendatangkan banjir yang begitu dalam. Saat kecil, bila banjir datang pasti aku teriak. Hore!!! Sekolah libur. Begitulah.

Beberapa Minggu belakang, banjir pun datang. Bima memang bukan Jakarta, tapi banjir bisa marasuk kemana saja. Mungkin kegembiraan anak-anak sekejap hilang, menjadi murung dan ketakutan. Mungkin warga Bima akan menjadi trauma karena rumahnya tak karuan bentuknya.

Banjir, bukan akhir kehidupan. Bima, bisa di bangun kembali dari sakitnya. Satu warga membantu satu warga lainnya. Bila satu desa yang tak terkena dampak banjir berjumlah 100 orang banyaknya maka, 100 orang yang terkena banjir di Bima bisa diselamatkan sehari saja.

Untuk anak-anak, tersenyumlah. Sambut masa depan berikutnya. Berlari disetiap lorong dan bermain tanah liat disekitar rumah kalian. Ingat anak-anak, karena Bima bukan kertas yang hancur tak kembali, melainkan pohon yang tumbang dan melahirkan 10 pohon kembali.

Bima, banjir tak akan membuat kalian hilang dalam tanah air ini. Aku yakin kalian bisa membangun kembali dari banjir ini. Karena banjir bukan akhir kehidupan kalian.

Dukungan moril menyertai kalian. Salah satunya lewat tulisan ini. Maaf sebelumnya untuk warga Bima, hambamu ini masih belum bisa membantu secara langsung disana. Mungkin, dikesempatan lainnya aku akan mengabdikan tenaga.

Salamku untuk kalian yang terkena bencana di Bima. Tetap tabah, miliki semangat baja


Post-Scriptum: Tulisan ini merupakan karya seorang abang Ahmad Cerah, salah satu anggota kelompok menulis Akarumput. Tulisan ini mewujud kepedulian bagi kerabat, saudara korban banjir di Bima, NTB pada 21 dan 23 Desember 2016 lalu.

Selama seminggu kedepan, seizin kawan-kawan Akarumput, saya akan membagikan tulisan-tulisan mereka disini, karena menyebarkan kabar serta do’a yang terselip dalam ungkaian kata tetaplah berharga. Olehnya, Akarumput menulis, kami menulis.

Iklan

4 thoughts on “Bukan Akhir Kehidupan oleh Ahmad Cerah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s