Suatu Sore di Bima

Tadi sore, bahagia itu menjadi kepingan-kepingan sederhana.

Pada senyum dan tawa lepas mereka. Anak-anak kecil dengan tatapan polosnya.

Bahagia saja dengan boneka dongeng yang berbicara.

Dan walau banjir datang menerpa,
Senyum mereka masih merekah.

Terimakasih…

Sudah jauh lebih kuat dari banjir kemarin.

Sudah memberi bahagia lewat senyum yang apa adanya, tentang bahagia yang bisa sederhana.


Post Scriptum: Puisi untuk kegiatan rutin menulis puisi hari Kamis – Komunitas Menulis Akarumput.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s