Mari Lebih Peka

Tadi siang, saya sempat tertawa kecil melihat video anak SD yang salah menyebutkan nama ikan. Tertawa karena gemas, gemas karena kepolosannya. Tapi walau menggemaskan, ada yang tidak bisa disepelekan dari video yang ‘disebar begitu saja’, mengutip dari seorang kawan, mas Hari Kurniawan, bisa jadi adik itu memilik Dyslexia – kesulitan membaca dan menulis, seperti ‘Ibu’ menjadi ‘Ubi’ – contoh yang saya kutip dari penulis Tere Liye, mungkin terkesan sepele, tapi bagi beberapa orang, hal tersebut adalah sesuatu yang serius, kalaupun dia tidak memiliki Dyslexia, menyebarkan video tersebut bisa jadi membuat adik kecil tersebut minder.
 
Mungkin kesannya, saya terlampau serius, tapi menjadi bahan tertawaan banyak orang tentunya tidak pernah menyenangkan, apalagi adik kecil kita itu dalam usia yang rapuh saja untuk merasa tidak percaya diri. 🙂
 
Tulisan super pendek ini adalah renungan untuk diri sendiri, dan usaha untuk lebih peka terhadap hal-hal sekitar saya.
 
Hari ini juga adalah hari Autis sedunia, mari berhenti dan tidak menggunakan kata Autis sebagai candaan, tidak keren sama sekali. 🙂

Post Scriptum: Tulisan ini juga merupakan bagian dari kegiatan menulis rutin kelompok menulis Akarumput.
Iklan

5 thoughts on “Mari Lebih Peka

  1. Gara

    Iya ya. Pas menonton mungkin kita tertawa tapi ya siapa tahu keluarga atau orang tua anak itu malu banget, bagaimanapun ia jadi bahan canda satu negeri. Saya menontonnya biasa saja dan sama teman kantor dibilang selera humornya aneh, haha. Padahal menurut saya memang kurang lucu sih. Selain kurang lucu juga kurang pantas sebagai candaan. Anak kecil seumuran dia mungkin belum paham, kan.

    Suka

  2. azizatoen

    Waktu pertama kali nonton emang nggak bisa nyangkal sih kak kalau ketawa ngakak. Cuma setelah beberapa kali nonton, jadi mikir kaya kak Ris, mikir gimana dia bakal dibully sama teman-temannya, gimana dia bakal malu seumur hidup. Sedihnyooo :’)

    Disukai oleh 1 orang

    • Rissaid

      Aku dapat kabar baru dari mas Hari, kalau kamu ikutin IG 30 Hari bercerita, nanti ada disitu coba liat2. Dia memang Dyxlesia..dan dia bingung kenapa jadi bahan tertawaan :’)

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s