Perlahan

Tidak ada yang perlu dikejar dari sebuah perasaan.

Ia disitu, bersemayam di dadamu.

Tetap disitu tanpa harus  di apa-apakan dengan satu pengecualian,

Tetaplah menata sebuah perasaan. 

Agar ia tak memberatkan, seperti riuh rindu yang menyusahkan.

Sebab ada banyak hal yang harus dirisaukan selain sekedar urusan perasaan.

Tenang, biarkan ia tenang.

Biarkan cinta tumbuh pelan-pelan.


Post Scriptum: Malam Kamis berpuisi bersama kelompok menulis Akarumput.

 

Iklan

5 thoughts on “Perlahan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s