Untuk Segelas Susu dan Secangkir Kopi Hitam di Masa Depan

“Ku kira kamu akan marah..”

“Ntar aku cepat tua…”

“Takut gantengnya hilang?”

“Iya, ntar cintamu meriang…”

“Haha..toh aku ingin melihatmu dikala tua, melihat kita”

“Karena itu aku tak akan marah, cinta bukan pledoiku untuk mengekang”


Pada penjelasanku yang lebih panjang dari biasanya, kamu akhirnya memilih menutup percakapan dengan senyum yang diikuti binar matamu, binar yang selalu menjadi fokus tatapanku.

Binar yang ingin ku tatap ketika hujan turun dengan segelas susu hangat kesukaanmu, dan kopi hitam buatanmu untukku di pagi hari. Aku ingin kedua bola matamu menjadi yang pertama aku temui, agar sebanding dengan usahaku untuk bangun lebih pagi, aku tau kamu paling benci jika aku melewatkan waktu sarapanku, aku ingin menua bersamamu. 

Untuk keinginanku itu, tentu harus ada pengorbanan yang lebih besar dari sekedar mengatakan bahwa aku mencintaimu, dan mencintaimu mana boleh sesederhana aturan larang-melarang apalagi mengekang, aku sepakat denganmu, sesuatu yang terlalu digenggam dengan keegoisan seringkali berujung pada kehilangan. 

Hingga tiba waktunya, aku tidak mau mencintaimu dengan egois, mengikuti kebiasaan pasangan-pasangan yang seringkali membuat kita tertawa, aku masih ingat terakhir kali kita bercengkerama di sudut warung susu kesukaanmu, seorang lelaki dan perempuan yang berkelahi karena lupa berpamitan untuk menonton bola, kamu meringis sejadinya mendengar pertengkaran mereka, sedang aku merasa menang dari lelaki itu, walau kamu hanya mengerti bagian pinalti dan seringkali melarangku ikut taruhan untuk sebuah kemenangan tim andalanku. Aku sadar kemudian bahwa aku harus menjaga kamu. Pun ketika kita menua bersama, mencintaimu tetaplah harus jauh dari egois, sebab cinta adalah mengimbangi, aku ingin sepengertian dirimu.


Post Scriptum: Bagian dari kegiatan rutin menulis sebagai anggota kelompok menulis Akarumput.

Iklan

19 thoughts on “Untuk Segelas Susu dan Secangkir Kopi Hitam di Masa Depan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s