Separuh Hati dan Perjalanan Waktu

Rasanya, ada banyak yang ingin ku katakan, andai itu bisa membuatmu merasa lebih baik, demi menghentikan tangis yang sudah diluar dari batas usahamu untuk menahan di setiap malam.

Aku ingin memberimu seribu alasan untuk tak bersedih, seribu pledoi bagimu untuk melepaskan hingga akhirnya tiba pada titik penerimaan. Tentang realita mencinta yang kadang memang tak bisa kamu apa-apakan, dan di ujung persimpangan satu-satunya pilihan  adalah mengikhlaskan.

Tapi aku sadar bagaimana urusan hati adalah bagian dari perjalanan waktu, kamu butuh waktu lebih lama untuk merapikan hati sambil berpura-pura dan menguatkan diri bahwa kamu baik-baik saja sedang separuh hatimu terasa hilang, dan pengharapanmu menguap pergi. Rasanya melelahkan, bukan? 

Tapi suatu hari, kamu akhirnya akan paham, bagaimana rasanya ketika separuh hatimu terasa dipatahkan, ketika pengharapanmu melayang terbang, hingga kamu merasa bahwa alam semesta telah begitu jahat, mempertemukan hatimu dengan seseorang hanya untuk meletakkan banyak pengharapan lalu tiba-tiba dihempaskan, untuk apa? tanyamu, menyisakan kamu dengan banyak sendu di malam-malam sebelum tidurmu, dengan banyak bayangan akan rencana di masa depan yang harusnya berjalan sesuai harapmu, tapi justru berakhir dengan kamu yang terjebak nostalgia.

Kamu akan paham bahwa semua ini adalah perjalanan waktu, warna warni kisah yang berjalan beriringan dengan waktu, tidak ada yang menetap. Seseorang yang hadir dihidupmu datang bersama dua kemungkinan, mungkin ia hanya akan sekedar lewat atau barangkali menetap, tapi hei, manusia dan perpisahan adalah teman terdekat bagi satu sama lain, pada semua yang kita harap akan menetap, ia pada akhirnya akan menjadi sebuah keikhlasan yang harus kita terima dengan lapang dada, kita adalah lakon yang punya perjalanan waktu sendiri. Bahwa akhirnya, kamu harus meneruskan perjalanan waktu, dan aku ingin kamu segera baik-baik saja, dan mengukir kembali perjalanan waktumu tanpa sendu.


Teruntuk Sahabat unyu, Gadis Kartika P. 

Iklan

15 thoughts on “Separuh Hati dan Perjalanan Waktu

  1. fasyaulia

    Endingnya manis banget Rissa.

    “Bahwa akhirnya, kamu harus meneruskan perjalanan waktu, dan aku ingin kamu segera baik-baik saja, dan mengukir kembali perjalanan waktumu tanpa sendu.” ditambah “teruntuk sahabat….” 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s