Prolog – Teman Perjalanan

Alam semesta punya caranya tersendiri untuk membuatmu mengerti banyak hal, walau kadang rasanya mengesalkan, pertemuan-pertemuan yang menyisakan kamu dengan sekelumit kesedihan atas perpisahan-perpisahan yang kemudian tak terelakkan.

Ada yang membuatmu diam-diam ingin memutar waktu, kau alpa bahwa alam semesta sedang diam-diam mengajarimu sesuatu, sedang yang kau pikir alam semesta semacam sedang bermain-main denganmu, mengajariku dengan perpisahan? tidak lucu, katamu.

Kau terlampau buru-buru mengambil kesimpulan; lalai pada hal-hal kecil yang harusnya kau pahami, ada yang hadir dalam hidupmu membawa tawa tapi kau mana bisa egois menginginkannya untuk selamanya, ia kadang datang untuk sekedar mengingatkan, masih ada tawa yang bisa kau cipta tapi ia tak pernah harus bergantung kepada siapa-siapa.

Ketika perpisahan barangkali membuatmu sedih, atau kau alih-alih takut pada kemungkinan akan hadirnya perpisahan, kau barangkali belum melihat sudut pandang lain, kau pernah begitu bahagia tapi cerita tak mungkin selalu berakhir sama, tapi jangan lupa untuk tetap bahagia.


Ada yang tidak bisa kamu genggam,

dan harus dilepaskan,

menjadi sebatas teman perjalanan. 


*Now Playing: Harry Styles – Sign of the Times.

Iklan

38 thoughts on “Prolog – Teman Perjalanan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s