Kenapa Tidak Pernah Kopi?

“Kenapa tidak pernah kopi?”

Sudah lama sejak terakhir kali kamu menanyakan hal tersebut, sudah terlalu sering hingga kamu jengah bertanya hal yang sama ku pikir, walau lebih tepatnya karena apa yang ku kira akan datang sudah menyapa lebih cepat dari dugaan, kamu pun pergi, bersama pertanyaanmu yang sering pula ku abaikan.

Apapun asal bukan kopi, ucapku tak acuh yang kemudian membuatmu gemas, dan seperti rutinitas kamu kembali mempertanyakan kenapa kopi tidak pernah jadi pilihan. Padahal kita sama-sama mencintai kopi tapi ironisnya kopi tak pernah menjadi teman ketiga ketika kita melewati malam berbincang banyak hal. Kenapa harus sekedar jus atau teh, kenapa bukan Kedai Kopi yang hanya lima meter dari tempatku atau Omah Kopi yang hanya beberapa langkah dari rumahmu.

Aku tahu hanya soal waktu ketika kamu akan pergi, aku paham aku tak punya kesempatan. Aku tak ingin mendapati kenangan tentang kita menguak ketika ku hirup aroma kopi yang biasa menjadi candu bagiku di malam hari, pun senyumanmu terlintas ketika ku seduh kopi yang biasa menemaniku menyapa pagi.

Aku paham bagaimana kenangan bisa menyergap tiba-tiba pada hal-hal yang menjadi saksi momen kita berdua. Seperti bagamana kopi nantinya akan terasa hambar, bukan pahit yang nikmat, pahit yang membuat ngilu perasaan, menyadari kamu hanyalah sebatas kenangan.

IMG_20170401_005343

Foto milik Er Ka De.

Iklan

21 thoughts on “Kenapa Tidak Pernah Kopi?

  1. Gadung Giri

    betapa repotnya ketika kenangan yang terjadi disaat menghitung uang.. maka akan ada postingan yang berjudul…….. ah sudahlah namanya juga cuma khayalan. by the way sesekali saya ngopi juga koq. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s